Rabu, 18 Juli 2012

VANILLA GIRLBAND, PENDATANG BARU DENGAN KONSEP STRONG GIRLS - Dilarang Makan Nasi, Tolak Kontrak dengan korea



Saturday, 23 June 2012
Tren girlband atau boyband sampai saat ini belum juga surut.Bahkan, grup-grup bar u terus bermunculan. Salah satunya Vanilla Girlband sebagai pendatang baru yang bakal meramaikan belantika musik Indonesia.


Mengenakan kostum senada berwarna merah paduan kuning,Vanilla Girlband tampil berbeda.Ada yang berambut panjang serta pendek, bahkan cepak.Mempertemukan kedua tangannya lalu membentuk nama V,mereka menyapa secara bersamaan. Sebelum menunjukkan kebolehannya,satu persatu pun memperkenalkan diri. Gaya bicaranya menyesuaikan dengan jenis kostum ala karakter Korea yang dikenakan masing-masing.

Tak sebanyak anggota Cherrybelle,7Ikon,Princess, atau Smash.Vanilla Girlband ini hanya digawangi oleh enam anggota.Di antaranya Ana Mariana Chandra,Ilona Mestika, Clarissa Rizqia alias Cha-Cha, Mega Indriani yang biasa disapa Ega,Mutia Prita dan Sylvestra Archangella Augustina Carla. Nyaris sama dengan pembentukan Cherrybelle.Enam personel Vanilla Girlband ini dipertemukan dalam sebuah audisi.

”Prosesnya sangat singkat.Kami mengikuti audisi yang diadakan di tiga kota,di antaranya Surabaya, Bandung dan Jakarta,”tutur Ega saat datang ke Surabaya. Dia menambahkan, Vanilla Girlband memiliki konsep yang berbeda.Meski samasama nyanyi sambil ngedance, keenamnya memiliki karakter yang berbeda.Dan, karakter tersebut bukanlah malah ”dibunuh”dan diubah.

 Sebaliknya diperkuat. Seperti Ana yang memiliki wajah imut lantas dijuluki sebagai Barbie girl,Ega dengan perawakan yang tomboy pun hadir sebagai sosok pria,Mutia tampil dengan gaya klasik. Carla dengan rambut pendeknya juga tampil tomboi namun tetap seksi,Ilona yang memiliki paras inosen pun dimunculkan dengan karakter slengekan.Sedangkan Cha-cha dengan wajah sendu ini muncul sebagai sosok yang seksi.

Keenam personel Vanilla Girlband ini rupanya memiliki pengalaman unik masing-masing. Bahkan,dua di antaranya, yakni Ana dan Mutia rela menolak perjanjian kontrak untuk dididik dan bergabung menjadi girlbandoleh Korea, gara-gara siap untuk tidak makan nasi selama empat tahun. ”Meski kita diwajibkan untuk menjaga berat badan,tapi tak segitunya-lah,”tutur Mutia.

Tidak hanya itu,masih banyak larangan lainnya,seperti selama empat tahun juga dilarang bertemu keluarga.Dan parahnya lagi,harus rela dan bersedia jika pihak penyelenggara menginginkan wajahnya dioperasi plastik.”Aduh,enggak deh,mending berkarir di sini saja,”lanjutnya. Handoko Kusuma yang juga eksekutif produser dari Harpa Record mengungkapkan,Vanilla Girlband sengaja dikonsep berbeda.

Pria yang juga pembentuk Cherrybelle ini menambahkan, jika Vanilla Girlband dibuat lebih strong.Makanya, tak heran beberapa personil tetap ditampilkan bergaya tomboi.” Untuk Cherrybelle memang dibuat unyu-unyu.Nah, Vanilla ini dibuat sedikit dewasa. Dari pemilihan saat audisi pun,kami memberikan batas tinggi badan minimal 165 sentimeter, ”tuturnya.

Berbeda dengan Korea yang membutuhkan waktu hingga 4 tahun untuk mematangkan performa calon girlband atau boyband.Namun, sambung Handoko,jika menunggu seperti itu,tren jenis musik akan berubah. Meski hanya tiga bulan audisi dan tiga bulan karantina, ungkap Handoko,masingmasing personel Vanilla sudah memiliki bekal.

”Memang semuanya tidak mahir dalam vokal dan nge-dance sekaligus, namun mereka sama-sama memiliki kesamaan dengan mengidolakan girlband atau boyband Korea.Itu sudah cukup, setidaknya mindset mereka sudah sama,”lanjutnya. Masalah kualitas vokal dan nge-dance,menurut pria yang juga mengorbitkan Iwan Fals, bisa sambil berjalan.”Konsep girlband itu kan memadukan vokal dengan dance,”tuturnya saat mengikuti Vanilla Girlband roadshow di beberapa kota di Jatim.

Berbekal single berjudul Beri Aku Waktu,Vanilla Girlband sekarang ini mulai tampil di beberapa acara musik sejumlah stasiun televisi dan radio.  EMI HARRIS Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar